Tidak ada yang bisa kembali dan memulai awal yang baru, namun siapa pun dapat memulai hari ini dan membuat akhir yang baru.
Cari Blog Ini
2/02/2012
TNI Juga Perlu Cermati Produk Alutsista Turki
Armored Combat Vehicle (ACV) produksi FNSS Turki. (Foto: FNSS)
27 Januari 2012, Senayan: Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berpendapat, alutsista TNI, khususnya untuk kebutuhan tank, jangan hanya berkiblat pada Belanda. Masih ada negara lain yang bisa dijadikan pilihan. Turki adalah salah satunya, mengingat sistem persenjataan Turki berstandar NATO.
"Dimana Turki pun telah menawarkan skema kerja sama dengan industri pertahanan nasional. Sayangnya, Kemhan belum serius menindaklanjutinya, meski sudah ada MoU di level Presiden dan Menhan," tegasnya.
Menurut Mahfudz, prioritas modernisasi alutsista harus diberikan ke penguatan kemampuan pengamanan wilayah maritim dengan prinsip matra terpadu. Selain untuk memperkuat keamanan nasional, modernisasi alutsista juga mesti memberi dampak ekonomi, yaitu menekan potensi kerugikan ekonomi akibat lalu-lintas ilegal di kawasan maritim Indonesia, termasuk di tiga jalur ALKI.
"Jadi, modernisasi alutsista Rp 150 triliun tidak akan punya nilai tambah, tanpa diikuti kebijakan revitalisasi industri pertahanan nasional. SDM BUMNIP (Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan) kita pun saat ini banyak dan sekarang tersebar di banyak negara. Karena itu, saatnya kita berdayakan mereka. End-user produk BUMNIP banyak. Ada TNI, Polri, Kemhub, KKP, BNPT, BNPB, Kemenkominfo, ddan lainnya. Total belanja modal mereka tiap tahun besar," ujarnya.
Secara ekonomi dan politik,kata Mahfudz, posisi Rusia, Cina, dan Turki akan terus menguat. Sehingga Indonesia perlu kembangkan kerja sama dengan negara-negara ini, selain tetap melanjutkan kerja sama dengan AS, Eopa, dan Korsel. Ini implementasi dynamic equilibrium yang digagas Presiden SBY. Kalau tidak, maka itu hanya sekadar retorika.
Kebijakan politik luar negeri dari Kemlu juga harus jadi bagian integral dari kebijakan pengadaan alutsista TNI dan juga bagi Polri.
"Sayang selama ini Kemlu belum banyak terlibat atau dilibatkan. Fenomena menguatnya Asia, khususnya Asia Timur harus dikaji dan ditindaklanjuti secara khusus," tegasnya.
Di Asean misalnya, neraca perdagangan RI dengan Singapura dan Thailand defisit sangat besar. Secara total Indonesia pun mengalami defisit dengan Asean.
"Belum lagi Asean plus tiga dan plus enam. Makin berat defisitnya. Cina sudah berhasil ikat Asean dengan CAFTA. Sementara Indonesia masih belum mampu identifikasi aktor-aktor kekuatan yang harus jadi mitra strategis secara ekonomi dan politik. Kita pun masih asyik dengan panggung diplomasi politik di arena regional dan multilateral.Kalo saja kapasitas ekonomi kita belum bisa jadi leverage, minimal kita tidak boleh defisit dalam national self-pride," pungkasnya.
Sumber: Jurnal Parlemen
TNI Lirik Tank T-90 Calon Pengganti Leopard
MBT T-90S buatan UralVagonZavod, Rusia. (Foto: uralvagonzavod)
30 Januari 2012, Jakarta: TNI memiliki skenario lain jika pembelian tank Leopard dari Belanda tidak disetujui DPR. Tank Rusia T-90 bisa menjadi pilihan.
Hal itu diakui oleh Panglima TNI Laksamana (TNI) Agus Suhartono di Gedung DPR RI, Jakarta (30/1).
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menjelaskan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih memperdebatkan rencana tersebut. Leopard dianggap tidak cocok dengan kondisi jalan di Indonesia.
TNI memiliki opsi lain jika rencana pembelian Leopard buatan Jerman tersebut tidak disetujui DPR. Tank Rusia T-90 bisa menjadi pilihan.
T-90 adalah Main Tattle Tank buatan Rusia hasil pengembangan dari tank T-72. Tank paling modern di angkatan darat dan marinir Rusia ini dianggap satu kelas dengan tank Leopard 2A6 dan 2A7 buatan Jerman.
Tank jenis T-90 ini juga dioperasikan oleh sejumlah negara lain seperti India. T-90 merupakan penerus T-72BM dan menggunakan senjata dan 1G46 gunner sight dari T-80U, sebuah mesin baru, dan pengindera panas .
Menurut Agus Suhartono, dalam membeli tank banyak opsinya termasuk dari produksi dalam negeri. “Kalau dari dalam negeri itu bagus,” paparnya.
Kalau pemerintah Indonesia belum bisa memproduksi, bisa kerjasama dengan pihak lain. “bisa join dengan negara lain. Kalau tidak bisa juga beli dari luar negeri,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya rencana pemerintah Indonesia membeli tank bekas jenis Leopard dari Belanda mendapat penentangan dari Komisi I DPR. Pihak Komisi yang membidangi pertahanan ini berpendapat tank Leopard tidak sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia.
TNI Pertimbangan Beli Tank Pindad
Tentara Nasional Indonesia(TNI) mempertimbangkan untuk membeli tank produksi PT Pindad. Wacana itu mengemuka ditengah tarik ulur rencana pembelian tank Leopard buatan Belanda.
“Kan ada aturannya, begini, kalau bisa diproduksi dalam negeri, harus di dalam negeri. Kalau tidak bisa, harus join production. Kalau tidak bisa ,baru beli dari luar negeri. Itu ada pedomannya. Harus kita ikuti,”ujar Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono di gedung DPR, Jakarta, Senin(30/1/2012).
Menurut Panglima, pihaknya sangat setuju apabila nantinya bisa membeli produk tank dalam negeri, terlebih lagi buatan PT. Pindad.
“Itu salah satu opsi juga, bisa kita pertimbangkan. Bagus sekali kalau bisa dalam negeri,”jelasnya.
Rencana pembelian tank Leopard sendiri kata Panglima hingga saat ini belum mencapai titik finalisasi. “Kan memang belum final,”pungkasnya.
Sumber: Indonesia Today/Surya
Detasemen Bravo Bebaskan Sandera di Kereta Api
Bandung (ANTARA Jabar): Detasemen Bravo Anti Teror (Den Bravo) Wing III Korps Paskhas TNI-AU melakukan simulasi pembebasan sandera di atas Kereta Api di Stasiun Bandung, Sabtu (11/12) tengah malam.
Dalam simulasi penanganan teror dan pembebasan sandera itu, pasukan Den Bravo Anti Teror yang dipimpin Komandan Wing III Korps Paskhas Kolonel Yudi Bustomi sukses melumpuhkan pelaku teror dalam operasi yang digelar mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB itu.
Kegiatan latihan penanganan teror itu dilakukan oleh siswa pendidikan kontra teror Den Bravo Wing III Korps Paskhas TNI-AU yang bermarkas di Lanud Sulaeman Margahayu Kabupaten Bandung.
Sebanyak 30 siswa latihan pasukan anti teror TNI-AU itu terlibat dalam aksi pembebasan sandera yang ditandai dengan aksi taktis dari pasukan elit itu. Selain itu tim Bravo juda didukung oleh sekitar 60 personil lainnya dari unsur Polri, POM AD serta Polisi Khusus KA (Polsuska).
Kegiatan latihan kontra teror yang dilakukan pasukan khusus TNI-AU itu sudah beberapa kali digelar, selain di KA dimulasi serupa juga digelar di pesawat terbang, gedung dan di angkutan bus.
"Latihan kontra teror di atas KA dan Stasiun KA jelas sangat bermanfaat bagi kami di jajaran PTKA, untuk itu petugas stasiun juga dilibatkan dalam kegiatan simulasi ini, sehingga mereka tahu betul apa yang harus dilakukan bila dihadapkan dengan kondisi seperti itu," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno.
Menurut Bambang, jajaran PTKA sudah melakukan antisipasi, salah satunya melakukan pemeriksaan dengan menggunakan metal detector di pintu masuk stasiun KA serta menyertakan petugas khusus Polsuska untuk pengawalan dan pengamanan perjalanan KA.
"Ada prosedur tetap yang diterapkan bila menghadapi aksi teror antara lain koordinasi antara masinis, awak KA, petugas stasiun terdekat serta petugas keamanan," kata Bambang.
Selain itu antisipasi teror, seperti kasus pembajakan KA, PTKA memberlakukan pengamanan khusus selain menyertakan Polsuska, juga memberlakukan larangan memasuki ruang masinis bagi yang tidak berkepentingan.
Sementara itu latihan penanganan anti teror di atas KA dan stasiun itu menurut Bambang bukan berarti perjalanan KA tidak aman melainkan sebagai langkah antisipasi dan kesiapan aparat keamanan dalam melakukan aksi pencegahan terhadap aksi terorisme.
"Kegiatan ini meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan aparat dalam menangani kasus tersebut, secara umum perjalanan KA sangat kondusif," kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung itu menambahkan.
Sumber: ANTARA Jabar
Paskhas ”Jinakkan Bom” di Tubuh Sandera
Sejumlah anggota Paskhas TNI AU melakukan simulasi anti teror pembebasan sandera di Mall Bandung Indah Plaza (BIP), Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/12). Simulasi pembebasan sandera merupakan kegiatan latihan taktis dari siswa Kontra Teror Bravo Angkatan VIII Wing III. (Foto: ANTARA/Agus Bebeng/ss/pd/11)
14 Desember 2011, Bandung (SINDO): ”Apabila pemerintah tidak menuruti apa yang diinginkan oleh kami, kami akan meledakkan bom yang telah terpasang di tubuh sandera dan pada genset mal ini, kapan pun kami mau,” kata seorang teroris terdengar keluar dari radio panggil milik salah satu anggota Tim Den Bravo 90 Paskhas TNI Angkatan Udara.
Mal yang dimaksud yakni Bandung Indah Plaza (BIP) di Jalan Merdeka,Kota Bandung. Rupanya tempat hang out anak-anak muda di Bandung itu sedang diancam diledakkan oleh sebuah kelompok teroris, kemarin. Sekitar 30 anggota tim itu langsung terbagi dalam dua titik koordinasi.
Tim pertama berusaha menyelamatkan kepungan teroris di Studio 5 Cinema XXI, sementara sisanya melakukan rappeling dari atas gedung untuk terus ke halaman parkir di basement. Dan menjinakkan bom yang dipasang di genset. Saat tim pertama tiba di studio 5, teroris telah menembaki pengunjung.
Mayat terlihat bergelimpangan di berbagai penjuru studio.Tujuh pengunjung disandera dan satu di antaranya seorang pejabat pemerintahan. Diwarnai aksi saling tembak antara teroris dan Tim Den Bravo 90, sebanyak tiga sandera berhasil dibawa oleh tim keluar melewati tangga darurat.
Rakitan bom yang menempel pada salah satu sandera dijinakkan, dan para sandera dibawa tim berikutnya yang telah sigap di halaman BIP Jalan Merdeka dengan mobilnya. Rangkaian penanganan Tim Den Bravo 90 Paskhas TNI AU itu dilakukan sebagai simulasi dari siswa Pendidikan Kontra Intelejen Bravo yang terdiri atas 30 orang.
”Kegiatan kontra teror bravo ini merupakan kegiatan akhir dari latihan taktik siswa Sekolah Kontra Teror Bravo angkatan ke-8,”ujar Komandan Wing III Paskhas TNI AU Kolonel Psk Yudi Bustami kepada wartawan. Menurutnya,skenario teror di tempat keramaian diharapkan dapat menunjukkan Tim Den Bravo 90 mampu menjinakkan ancaman bom dengan cepat.
Melancarkan skenario itu, pihaknya meletakkan empat orang teroris menguasai basement dan empat orang lagi di bioskop.Yudi menyatakan, ketigapuluh siswanya dibekali kemampuan dasar maupun khusus yang mumpuni menjadi tim penanganan ancaman bom.
”Mereka memiliki kemampuan dasar yang dilengkapi kemampuan bela diri,menembak, dan menguasai teknik penjinakkan bahan peledak,” kata dia.
Sumber: SINDO
Kasau: TNI AU Harus Siap Menghadapi Perang
Bandung (Pelita): Sebagai organisasi perang, TNI Angkatan Udara harus mampu mengelola setiap unsur dari organisasinya untuk siap menghadapi perang. Oleh sebab itu mempelajari perang dan aplikasinya dalam dunia nyata adalah sebuah keharusan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP yang dibacakan Wakil Kasau Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi pada pembukaan Latihan Angkasa Yudha tahun 2011 di Seskoau, Lembang Bandung, Selasa (13/12).
Dikatakannya, meskipun latihan Angkasa Yudha dilaksanakan dalam bentuk gladi posko dan TAMG (Tactical Air Manouvre Game), namun diharapkan setiap personel yang terlibat serius dalam melaksanakan tugas dan perannya. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi TNI AU untuk memanfaatkan latihan secara maksimal guna menguji doktrin yang telah ada.
“Latihan ini sebagai pijakan dalam penerapan prinsip “unity of command” yaitu dalam perang modern seluruh kekuatan udara harus berada dibawah satu kesatuan komando”, tegasnya.
Latihan sebagai ajang untuk meningkatkan sinergi kemampuan dan kekuatan melalui “interoperability” seluruh kekuatan tempur TNI AU ini, bertema “Komando Tugas Udara (Kogasud) bersama dengan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan operasi Udara di wilayah NKRI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI”.
Latihan Angkasa Yudha 2011 merupakan latihan puncak TNI AU dan akumulasi dari berbagai latihan yang telah dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Sebagai latihan puncak TNI AU, maka konsekuensi hasil dicapai merupakan refleksi dan dari segala usaha maupun hasil pembinaan yang dilakukan dibidang intelijen, operasi, personel, logistik serta di bidang komlek.
Sumber: Pelita
Super Tucano Tiba di Malang Pada Maret 2012
Super Tucano mampu mendarat di landasan tanah atau rumput. (Photo: Embraer)
8 Januari 2012, Malang: Empat dari 16 pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Brazil direncanakan tiba pada Maret 2012 untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AU khususnya di Pangkalan Udara Abd Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara Abd Saleh, Kolonel Pnb Novianto Widadi, Minggu, mengatakan, secara umum Lanud Abd Saleh siap menyambut kedatangan pesawat tempur itu, dan akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah memasuki masa "grounded".
Kesiapan yang sudah dilakukan, meliputi sejumlah fasilitas pendukung di Lanud Abd Saleh, seperti shelter atau tempat lokasi parkir pesawat, serta 12 pilot khusus yang telah dilatih untuk menukangi pesawat tersebut.
"Kami terus menyiapkan pendukung lainnya untuk kedatangan pesawat tempur canggih itu, termasuk pilot khusus yang berusia minimal 24 hingga 35 tahun dan ahli dalam berbahasa inggris," katanya.
Dengan tibanya pesawat pada bulan Maret, diharapkan nantinya bisa dipertunjukan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU tanggal 9 April 2012.
Sementara itu, rencananya pesawat tersebut akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat, sebab pesawat itu memiliki keunggulan "close air support".
Selain itu, pesawat yang memiliki mesin tunggal buatan "Empresa Braziliera de Aeronautica", juga memiliki kemampuan menembakan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.
Pesawat itu nantinya tidak hanya digunakan sebagai pesawat latih, namun juga digunakan misi pengamanan wilayah perbatasan, untuk memastikan tidak adanya pelanggaran batas negara oleh pihak lain.
"Total pesawat yang kita pesan sebanyak 16 unit, dan pengiriman akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan kedatangan empat unit pada Maret 2012, dan akan ditempatkan pada Skuadron 21 Lanud Abd Saleh," katanya.
Source: ANTARA Jatim
Indonesia Pastikan Beli Enam Sukhoi Lagi
14 Januari 2012, Balikpapan: Pemerintah Indonesia dipastikan menambah enam lagi pesawat tempur bikinan Rusia jenis Sukhoi. Dengan pembelian enam Sukhoi itu maka praktis Indonesia lengkap memiliki satu skuadron atau 16 buah pesawat tempur canggih.
“Selain itu, kita juga akan tambah tiga kapal selam dan pesawat-pesawat F-16 sehingga di akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang YUdhoyono, pertahanan kita akan kuat sekali,” kata Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertahanan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/1/2012).
Menhan Purnomo Yusgiantoro berada di Balikpapan dalam rangka penutupan pelayaran Saka Bahari Nusantara yang dimulai sejak akhir Desember 2011.
“Itu karena sekarang ekonomi kita kuat sekali. Kita punya anggaran Rp150 triliun untuk pertahanan,” tambah Purnomo.
Saat ini TNI AU sudah memiliki 10 pesawat Sukhoi yang pengadaannya dimulai sejak masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Saat itu pemerintah hanya menargetkan memiliki satu skuadron mini atau berkekuatan 12 pesawat Sukhoi SU-27 dan Sukhoi SU-30.
Seluruh kekuatan itu, termasuk kapal selam, bertugas di wilayah timur Indonesia, terutama menjaga alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II, yaitu dari utara perbatasan dengan Malaysia dan Filipina, Selat Makassar, hingga kepulauan Nusa Tenggara di selatan.
“Dari Makassar hanya perlu sekitar satu jam bagi Sukhoi dengan terbang normal untuk mencapai perbatasan dengan Malaysia di Sabah. Sementara Sukhoi mampu terbang hingga mach-2 atau dua kali kecepatan suara,” kata Komandan Skadron Udara XI Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Letkol Penerbang Tonny Haryono dalam kesempatan terpisah.
Penambahan Sukhoi itu melengkapi penambahan armada tempur udara Indonesia, yang juga diperkuat pesawat-pesawat F-16. Pada 2014 mendatang TNI AU akan mendapat 24 pesawat F-16 Block 32 yang diretrofit jadi Block 52 sehingga meski bekas USAF (angkatan udara Amerika Serikat), pesawat tersebut kemampuan tempur sama seperti pesawat baru.
Gaji Prajurit TNI Naik Hingga 40 Persen
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa pemerintah telah merenumerasi atau menambah gaji prajurit TNI hingga 40 persen, pengadaan gaji ke-13, kenaikan berkala, uang lauk pauk, santunan bagi mereka yang cacat karena menjalankan tugas selain dari yang diberikan ASABRI (asuransi khusus TNI), dan juga beasiswa khusus untuk anak-anak anggota TNI.
Program peningkatan kesejahteraan prajurit TNI itu terkait dengan penambahan alokasi anggaran yang diberikan kepada TNI sebesar Rp 150 triliun. Selain program kesejahteraan anggaran sebesar itu juga digunakan untuk pembelian banyak suku cadang baru persenjataan TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.
“Misi kita adalah mengembalikan kekuatan kita sebagai salah satu negara besar di dunia,” tegas Purnomo saat penutupan pelayaran Saka Bahari Nusantara, berlokasi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/1/2012).
Adapun peralatan dan persenjataan yang akan diadakan terkait pertahanan keamanan, antara lain, rencana pembelian enam pesawat tempur Sukhoi, tiga kapal selam dan pesawat-pesawat F-16.
Sumber: Surya
Langganan:
Postingan (Atom)






